
PlayStation secara resmi mengumumkan penghentian produksi disc fisik untuk game baru mulai Januari 2028. Keputusan ini langsung memicu gelombang protes—petisi 'Don't Kill the Disc' di Change.org telah mengumpulkan lebih dari 330.000 tanda tangan per artikel ini dimuat. Namun, data penjualan di lapangan menunjukkan kenyataan yang jauh berbeda.
Data Penjualan: Antara Demo dan Realita
Laporan Circana dari analis Mat Piscatella mengungkapkan bahwa di minggu yang berakhir 11 Juli 2025 di AS, hanya 2 game PS yang berhasil menjual lebih dari 10.000 kopi fisik. Sepanjang 2025, hanya 7 game yang menembus 100.000 kopi fisik. Sementara itu, penjualan digital PlayStation sudah mencapai 78% pada FY2025, naik dari 76% di FY2024 dan 67% di FY2022. Bahkan pada Q4 FY2025, pangsa fisik tinggal 15%.
Kondisi ini kontras dengan Nintendo. Misalnya, Cyberpunk 2077 Ultimate Edition di Nintendo Switch 2 justru mencatat 75% penjualan fisik, berkat data game yang tersimpan penuh di kartrid 64GB. Sayangnya, Switch 2 juga mulai beralih ke 'key card' yang tetap memerlukan unduhan, mengikis nilai tradisional media fisik.

Perbedaan antara suara keras di media sosial dan data penjualan nyata menggambarkan dilema yang kompleks. Masalah preservasi game dan risiko banned akun tetap menjadi kekhawatiran utama, tetapi mayoritas gamer sudah memilih kenyamanan digital.

Seperti yang dibahas dalam berita Japanese Gaming lainnya di Popshck, transisi ke digital memang tak terhindarkan. Namun, apakah Sony benar-benar akan mengabaikan ratusan ribu suara? Untuk baca analisis selengkapnya dari sumber asli, data bicara lain.
Nah, menurut lo apakah disc fisik masih layak dipertahankan atau sudah waktunya move on ke era digital? Tulis pendapat lo di kolom komentar!