
NVIDIA dan Sega kembali mengukir sejarah. Dalam sebuah acara spesial di GiGO Akihabara 3rd Building pada 15 Juli lalu, CEO NVIDIA Jensen Huang secara terbuka mengungkap bahwa investasi Sega menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan saat mengembangkan GPU untuk Dreamcast. Tanpa dukungan itu, kata Huang, “NVIDIA tidak akan ada seperti sekarang.”
Pertemuan legendaris ini menghadirkan deretan tokoh kunci: Chairman Sega Satomi Haruki, Presiden Sega Uchimizu Kunishi, mantan Presiden Sega Irimajiri Shoichiro, dan legenda arcade Yu Suzuki (YS NET). Sekitar 70 gamer beruntung menyaksikan langsung obrolan hangat yang mengungkap drama di balik kelahiran console terakhir Sega.

Momen Krusial yang Mengubah Sejarah Gaming
Huang mengaku terinspirasi oleh game arcade Sega ‘Daytona USA’ pada tahun 1994. Game itu menampilkan grafis 3D dengan texture mapping di 60fps—sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Ia pun mendekati Sega untuk bekerja sama. Namun, teknologi awal NVIDIA (forward texture mapping dan curved surfaces) gagal total untuk Dreamcast. Sega tidak tinggal diam; mereka memberikan pendanaan tambahan agar NVIDIA bisa beralih ke inverse texture mapping dan polygon—teknologi yang akhirnya menjadi fondasi GPU modern.
Di acara yang sama, demo ‘VIRTUA FIGHTER CROSSROADS’ diperlihatkan berjalan di laptop dengan NVIDIA RTX Spark yang akan rilis Autumn 2026, sementara game ini sendiri dijadwalkan pada 2027. NVIDIA sendiri sudah menjadi perusahaan pertama yang menembus kapitalisasi pasar $5 triliun pada Autumn 2025, didorong oleh pertumbuhan AI dan gaming. Ingin tahu lebih detail? Baca liputan lengkapnya di sini.

Kisah ini membuktikan betapa eratnya hubungan antara Sega dan NVIDIA sejak era arcade. Buat kamu yang penasaran dengan perkembangan industri gaming Jepang lainnya, jangan lupa cek berita Japanese Gaming lainnya di Popshck. Udah lihat demo VIRTUA FIGHTER CROSSROADS? Share pendapatmu di kolom komentar, ya!