
Gamers Indonesia, siap-siap kaget! Platform distribusi game digital terbesar di dunia, Steam, baru saja mengumumkan data pendapatan fantastis untuk semester pertama 2026. Menurut laporan dari firma riset Alinea Analytics, total pendapatan Steam mencapai $11,1 miliar atau sekitar 1,79 triliun yen — angka yang setara dengan Rp5.800 triliun lebih. Ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah Steam, dan detailnya bikin geleng-geleng kepala.
Fakta Menarik dari Laporan Pendapatan Steam H1 2026
Bayangkan, angka ini sudah melampaui total penjualan Steam sepanjang tahun 2020! Dibandingkan 10 tahun lalu, pendapatan Steam kini membengkak hampir 5 kali lipat — tepatnya 4,7x lipat sejak 2017. Pertumbuhannya juga nggak main-main: naik 14,5 persen dibanding semester pertama 2025. Tapi yang lebih menarik adalah tren konsumsi gamenya. Meskipun total pendapatan melejit, proporsi penjualan game baru justru menurun drastis. Pada 2024, game baru menyumbang 29 persen dari total pendapatan; di 2025 turun ke 27 persen; dan di H1 2026 hanya 21 persen. Artinya?
Para gamer kini lebih milih game-game lawas alias back catalog yang terus menghasilkan uang lewat diskon, DLC, atau battle pass. Bahkan top 3 game baru terlaris di Steam H1 2026 — yaitu Forza Horizon 6, Resident Evil Requiem, dan Red Desert — masing-masing hanya meraup sekitar $190 juta (atau 307 miliar yen). Bandingkan dengan pendapatan total Steam yang $11,1 miliar, jelas bahwa game lawas adalah tulang punggung platform ini.

Apa saja yang mendorong ledakan ini? Pertama, derasnya arus pemain dari Asia, terutama China, yang kini menjadi basis konsumen terkuat Steam. Kedua, kenaikan harga game secara global. Ketiga, suksesnya game kooperatif yang bikin pemain terus balik. Dan keempat, efek penjualan back catalog yang ekstrem — game lawas yang terus dibeli, terutama saat diskon musiman.

Buat kamu yang penasaran dengan detail data lengkap, langsung cek laporan resminya di sumber asli Automaton Media. Jangan lupa juga kepoin berita Japanese Gaming lainnya di Popshck buat update terbaru soal industri game global.
Menurut lo, apakah dominasi game lawas ini bakal bikin industri malas bikin inovasi? Atau justru ini bukti kalau gamer makin cerdas pilih game? Tulis pendapat lo di kolom komentar, gas!