
Dunia sinema Jepang kembali mendapat sorotan dari mancanegara. Sutradara asal Spanyol, José Luis Guerín, baru saja terbang ke Jepang dalam rangka promosi film terbarunya, Yoki Tani no Monogatari (The Good Valley). Namun yang paling mencuri perhatian bukan hanya filmnya, melainkan pernyataan cinta Guerín pada dua legenda besar Jepang: sutradara Yasujiro Ozu dan aktris ikonik Setsuko Hara.
Dalam sebuah sesi tanya jawab yang digelar selama kunjungannya, Guerín mengungkapkan kekagumannya yang mendalam pada gaya sinematik Ozu. Ia secara spesifik menyebut bagaimana pendekatan Ozu dalam membingkai adegan sehari-hari dengan keheningan yang sarat makna menjadi inspirasi utama dalam penggarapan The Good Valley. Bukan rahasia lagi jika Ozu dikenal lewat film-film seperti Tokyo Monogatari yang menampilkan kehidupan keluarga Jepang pasca-perang dengan sentuhan realis yang penuh emosi.
Kekaguman pada Setsuko Hara

Tak hanya Ozu, Guerín juga menyebut nama Setsuko Hara dengan penuh rasa hormat. Aktris yang sering menjadi ikon dalam film-film Ozu itu dianggapnya memiliki aura yang sulit ditiru. "Ia membawa kedalaman yang sunyi namun kuat di setiap perannya," ujar Guerín, seperti dikutip dalam wawancara yang bisa Anda baca selengkapnya di sini.
Hubungan antara Ozu dan Hara memang tak hanya artistik, tetapi juga personal. Hara adalah salah satu aktris langganan Ozu yang mampu menghidupkan karakter dengan naturalitas memukau. Guerín mengakui bahwa menonton film-film Ozu membuatnya paham bagaimana sinema bisa menjadi medium untuk menangkap kerapuhan dan keindahan hidup.
Dalam The Good Valley, jejak pengaruh Ozu terasa lewat ritme lambat, komposisi frame yang presisi, serta fokus pada detil kehidupan sehari-hari yang tampak biasa namun membekas. Film ini mengisahkan kehidupan di sebuah lembah yang tenang, mirip dengan nuansa desa dalam Tokyo Monogatari. Guerín juga menyebut tema perjalanan waktu dan memori yang menjadi benang merah antara karyanya dan Ozu.

Jika kamu penggemar sinema arthouse Jepang—atau penasaran seberapa jauh pengaruh Ozu menjangkau kreator lintas benua—kunjungan Guerín ini jadi bukti bahwa warisan Ozu masih hidup. The Good Valley layak jadi tontonan bagi siapa pun yang merindukan film dengan jiwa yang tenang tapi menusuk hati. Pantau terus berita Japanese Infotainment lainnya hanya di Popshck. Jangan sampai ketinggalan—karena dunia sinema Jepang tidak pernah berhenti menginspirasi.