
Pernah kepikiran jadi seekor merpati yang terbang bebas di atas kota besar dan mencari jodoh sejati? Developer indie Wristwork menghadirkan pengalaman absurd namun mengharukan lewat Pigeon: A Love Story, game simulasi cinta dari sudut pandang burung. Game ini akan dirilis secara global pada 6 Agustus, namun untuk wilayah Jepang baru bisa dimainkan pada 7 Agustus karena perbedaan zona waktu — kabar baik buat para penggemar game unik di Indonesia!
Mekanisme Cinta ala Merpati Urban
Dalam Pigeon: A Love Story, pemain berperan sebagai seekor merpati yang terbang di kota-kota nyata seperti Tokyo, London, New York, Paris, dan Amsterdam. Misi kamu? Menemukan 'the one' di antara puluhan ribu hingga jutaan merpati lain. Di sela-sela terbang, kamu bisa menggunakan panggilan kawin (mating call). Merpati yang merespon akan berubah warna merah, menandakan mereka bukan target yang kamu cari — dan lucunya, merpati yang tidak tertarik akan menjawab dengan kalimat khas seperti 'No thanks', 'Not right now', atau 'Busy'. Ada juga item makanan yang bisa memperluas jangkauan panggilanmu.

Game ini mendukung single-player dan multiplayer online hingga 8 pemain. Mode kompetitif membuat semua pemain berlomba mencari NPC merpati yang sama. Ada juga mode di mana pemain saling mencari satu sama lain di langit yang luas — bayangkan serunya ngumpet-ngumpetan sambil terbang! Map yang disediakan didasarkan pada tata kota asli, plus elemen koleksi landmark yang bikin eksplorasi makin seru.
Buat yang penasaran, demo game sudah tersedia di Steam. Kamu juga bisa baca selengkapnya di sini untuk detail lebih lanjut.

Game indie Jepang memang selalu punya konsep nyeleneh yang bikin ketagihan. Kalau kamu suka eksplorasi santai sambil tertawa kecil, Pigeon: A Love Story wajib masuk wishlist. Jangan lupa cek juga berita Japanese Gaming lainnya buat update game-game unik macam ini! Udah siap jadi merpati pencari cinta sejati? Ajak teman-temanmu main bareng pas rilis nanti!