
Tim Game & Entertainment Division (SGE) milik CyberAgent, raksasa industri game Jepang, sedang mengembangkan sistem rendering terintegrasi bernama Sirius. Sistem ini dirancang khusus untuk game operasional skala besar—jenis game yang terus diperbarui dengan konten baru, mirip live-service yang kita kenal di era gacha dan battle pass. Dibangun di atas Unity, Sirius bertujuan menyatukan berbagai shader dan rendering pipeline yang sebelumnya tersebar di banyak anak perusahaan, demi efisiensi dan kualitas visual yang konsisten.
Sirius: Senjata Baru untuk Open-World dan Visual Anime

Awalnya fokus pada efisiensi, proyek Sirius kini berevolusi menjadi R&D untuk kualitas grafis generasi mendatang. Sistem ini menargetkan kemampuan open-world dengan fitur rendering lingkungan seperti tanaman, angin, awan volumetrik, langit, dan siklus waktu cuaca real-time—permukaan air juga sedang dalam pengembangan. Yang menarik, Sirius dirancang untuk bersaing dengan game mobile berbasis Unreal Engine 5, namun tetap mendukung rendering karakter bergaya anime khas JRPG. Tim Core Tech yang digawangi oleh graphics engineer Kiyohara, Okamoto, dan Tatami (Okamoto sendiri punya pengalaman mengembangkan game engine sebelumnya) juga mempromosikan Houdini untuk pembuatan aset prosedural, dengan Houdini Engine for Unity yang menurunkan hambatan teknis bagi para artist. Ingin tahu lebih detail? Baca wawancara langsung tim pengembang di Automaton Media.

Langkah CyberAgent ini menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun fondasi teknis untuk game live-service berkualitas tinggi. Dengan Sirius, kita mungkin akan melihat game-game mobile dengan visual yang menyamai konsol—tanpa kehilangan identitas anime yang disukai banyak pemain. Buat yang penasaran dengan tren pengembangan game Jepang, jangan lupa cek berita Japanese Gaming lainnya di Popshck untuk update terbaru!
Udah kebayang gimana kerennya visual game besutan Sirius? Langsung share pendapat kamu di kolom komentar, ya!