
Penyanyi dan penulis lagu NANO bukan sekadar bintang anime song biasa. Dengan latar belakang Amerika-Jepang, ia tumbuh sebagai pribadi multikultural yang kini membawa perspektif unik ke panggung dunia. Dalam wawancara eksklusif bersama Anime Corner yang bisa kamu baca selengkapnya di sini, NANO mengupas tuntas perjalanan kariernya dari panggung konvensi Jerman hingga tur lintas benua.
NANO: Pelopor Tur Luar Negeri Sejak 13 Tahun Lalu
NANO menjadi salah satu artis Jepang pertama yang berani go international. Ia menyebut dirinya sebagai "salah satu penguin pertama" — istilah yang merujuk pada pionir dalam industri. Semua bermula dari penampilannya di konvensi DoKomi, Jerman, tepat 13 tahun lalu. Dari sana, ia bahkan ikut memproduseri lagu resmi acara tersebut berjudul Dream Big bersama STEREO DIVE FOUNDATION.
Tahun lalu, ia menjalani tur bersama MADKID di Amerika Utara. Pengalaman itu tak hanya memperkuat hubungan antar-artis, tetapi juga membuat NANO mendapat respek tinggi dari musisi lokal. Ia menekankan bahwa ekspansi pasar bukan sekadar soal untung rugi. "Kalau kamu artis Jepang, cobalah ke luar negeri meski belum sukses secara finansial," ujarnya. "Yang penting adalah menjangkau penggemar di seluruh dunia."

Menurut NANO, Jepang agak lambat dalam globalisasi jika dibandingkan dengan K-pop. Popularitas anime tumbuh secara organik, bukan hasil ekspor terencana. Namun, ia tetap optimis dan ingin menjadi contoh bagi artis Jepang lain agar lebih berani melangkah ke panggung internasional.

Label Anisinger yang ia dirikan menjadi wadah untuk mewujudkan visi tersebut — membawa musiknya ke lebih banyak negara, termasuk ke Asia Tenggara. Indonesia, dengan basis penggemar anime yang besar, tentu menjadi sasaran potensial.
Penggemar di tanah air bisa terus mengikuti perjalanan NANO lewat berita Japanese Infotainment lainnya di Popshck. Dari akar multikultural hingga mimpi global, NANO membuktikan bahwa musik tidak mengenal batas.