
Kisah tak biasa datang dari dunia musik underground Jepang. Bassist legendaris KenKen—yang namanya melegenda lewat RIZE dan Dragon Ash—resmi bergabung dengan band anarkis Jinchiku Randan hanya bermodal foto cross-dressing. Semua bermula ketika Jinchiku Randan kehilangan bassist mereka, Shimotsukue, secara mendadak. Dalam kondisi darurat, band tersebut mengumumkan pencarian “bassis perempuan gila atau keyboardis” melalui media sosial.
Alih-alih melamar dengan portofolio biasa, KenKing—yang juga dikenal sebagai gamer hardcore—langsung merespons dengan gaya khasnya. “我的女装可愛いからメンバー決まるまでやらしてほしい” (“Wajah cross-dressing-ku cukup imut, jadi biarkan aku main sampai kalian dapat anggota tetap”), tulisnya sambil mengunggah fotonya berdandan perempuan. Apa yang awalnya dianggap candaan, berujung serius: para anggota Jinchiku Randan menyetujui penampilan KenKen dan langsung mengonfirmasi partisipasinya dalam konser mendatang.
Dari Lamaran Gila ke Panggung JUDA FEST
Kesepakatan ini langsung diumumkan bersamaan dengan line-up JUDA FEST, perayaan 20 tahun karier Yuda-sama (Ryuuketsu Blizzard) yang akan digelar pada 1 Juli 2026 di Shibuya CLUB QUATTRO. Jinchiku Randan akan tampil sebagai opening act, ditemani sederet nama besar seperti SEX MACHINEGUNS, ガガガSP, アイリフドーパ, serta DJ TARACHINE. KenKen, yang tak asing dengan panggung besar, dipastikan akan membawa energi khasnya ke dalam setlist yang sudah pasti liar.

Momen ini menjadi bukti bahwa di jagat musik Jepang, formula rekrutmen bisa saja melenceng dari konvensi—dan justru itulah yang membuatnya menarik. KenKen bukan hanya bassis dengan teknik gila, melainkan juga sosok yang tak takut melepas ego demi panggung. Lewat satu foto cross-dressing, ia berhasil membalikkan keadaan dan menciptakan buzz yang mengundang decak kagum para penggemar musik alternatif.

Buat kamu yang penasaran dengan dinamika gila ini, baca selengkapnya di sumber asli atau simak berita Japanese Infotainment lainnya untuk update kejutan-kejutan serupa dari negeri Sakura.
Satu hal pasti: Juli 2026 nanti akan jadi panggung pembuktian apakah cross-dressing bisa jadi tiket emas ke dunia musik keras. Ikuti terus—kisah ini belum selesai.