
Kono Junki, member JO1 asal Prefektur Nara, didapuk menjadi narator panduan audio untuk pameran spesial Southern Capital Buddhist Paintings – Reviving the Beauty of Nara Tenpyō di Museum Nasional Nara. Pameran yang berlangsung 18 Juli hingga 13 September 2026 ini merupakan kolaborasi dengan Museum of Fine Arts, Boston, menampilkan mahakarya Buddha yang kembali ke Jepang untuk pertama kalinya, plus mural Hōryū-ji Kondō yang dipulihkan secara digital.
Bagi Junki, tugas ini terasa istimewa. “Aku selalu ingin terlibat dalam proyek yang mendukung kampung halaman,” ujarnya. Rekan-rekan JO1-nya pun kaget dan memberi selamat. Tantangan terbesarnya? Rekaman tanpa musik dan istilah sejarah yang sulit. Tapi kru pujian tinggi membuatnya merasa “bakatnya mekar.”
Kenangan Masa Kecil dan Rencana Jalan-Jalan
Junki membagikan memori manis: main sepak bola untuk tim Hōryū-ji FC dekat Kuil Hōryū-ji, berkunjung ke Kasuga Taisha setiap Tahun Baru, dan dikerumuni rusa saat pegang shika-senbei di Taman Nara. Ia menyebut daya tarik Nara adalah “tidak punya apa-apa” dalam arti positif, tapi justru kaya sejarah, alam, dan ramen enak.

Jika bisa mengajak member JO1, Junki memilih Kizuna Shōya karena rasa ingin tahunya, dan Ōshiro Shō untuk rencana jalan-jalan Nara: pizza di bukit, Kasuga Taisha, Taman Nara, museum, dan Kuragari-toge untuk pemandangan malam.

Di luar proyek ini, JO1 baru saja menjadi headliner KCON JAPAN 2026 pada Mei lalu. Mereka juga bersiap merilis EP mini dan debut Amerika Serikat pada musim gugur 2026 — mimpi yang sudah lama diidamkan Junki.
Ikuti terus cerita seru seputar JO1 dan berita Japanese Infotainment lainnya di portal ini. Untuk detail wawancara lengkap, baca selengkapnya di sini. Ini baru awal dari perjalanan mereka — jangan sampai ketinggalan!