![]()
Para pencinta manga sejarah dan thriller kriptografi, bersiaplah! Enigmatika, karya mangaka Kanji Shiba yang tengah naik daun di Weekly Young Jump, baru saja merilis volume pertama tankōbon-nya pada 18 Juni 2026 melalui Shueisha. Bukan sekadar cerita perang biasa, manga ini mengajak kita menyelami masa kelam tahun 1929 di London, di mana seorang mantan ahli pemecah kode bernama Sakaguchi, bersama veteran perang Yosef, nekat menantang mesin Enigma yang selama ini dianggap tak tertembus.
Yang bikin saya pribadi melongo adalah tingkat riset di balik komik ini. Total ada tiga pakar yang terlibat: Profesor Ken Kotani dari Universitas Nihon sebagai pengawas keseluruhan, Suzuki Koji sebagai konsultan kriptografi, dan Goto Kazunobu sebagai konsultan militer. Detail seperti ini jarang ditemukan di manga bergenre historis, dan membuat setiap panel terasa lebih otentik. Bagi yang doyan manga sejarah akurat seperti Vinland Saga atau Golden Kamuy, Enigmatika bakal jadi hidangan wajib.

Enigmatika: Kolaborasi Pakar dan Visual yang Memukau
Shueisha juga merilis sebuah video promosi spesial yang membuat saya makin penasaran. Narasinya diisi oleh Yamazaki Takehiko, sementara Sakaguchi dihidupkan oleh suara Kengo Kawanishi, dan Yosef oleh Tarusuke Shingaki. Kombinasi ini jelas bukan main-main—Kawanishi pernah menjadi seiyuu untuk karakter ikonik di Jujutsu Kaisen dan Kaguya-sama: Love is War. Dengar sendiri bagaimana atmosfer tegang di London 1929 tergambar lewat voice-over-nya.
Tentu, di balik kualitas visual dan suara, inti cerita Enigmatika adalah soal keberanian intelektual. Para pria ini tidak menggunakan pedang atau sihir—mereka berperang dengan logika, pola, dan ketekunan. Pantas saja manga langsung mendapat halaman color spread di edisi 29 Young Jump yang terbit bersamaan dengan volume pertamanya.

Jika kamu penggemar genre thriller espionage bergaya Monster atau Pluto, jangan lewatkan Enigmatika. Baca selengkapnya di sumber aslinya dan simak terus berita Japanese Manga lainnya di portal kami. Apakah kamu sudah baca volume pertamanya? Ceritain pendapatmu di kolom komentar!