
Pernah ngebayangin kalau game yang lo mainin sehari-hari bisa jadi batu loncatan menuju kecerdasan buatan super-canggih? Itulah yang diungkap oleh Alexandre Moufarek, Director of Inception team di Google DeepMind, dalam sesi bertajuk “How Google DeepMind is Advancing AI Research with Video Games” di Nexon Developers Conference 26 (NDC26). Moufarek—yang punya 15 tahun pengalaman di industri game, termasuk menggarap Ghost Recon dan Watch Dogs di Ubisoft—menegaskan bahwa game adalah “minimal experimental field” atau laboratorium mini yang sempurna untuk mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI).
NDC26: Game Sebagai Medan Uji Coba Paling Efektif
Bukan basa-basi. DeepMind sudah membuktikan bahwa riset berbasis game menghasilkan terobosan nyata. Mulai dari agen AI yang belajar bermain Atari, lalu StarCraft, hingga lahirlah AlphaGo yang mengalahkan master Go, AlphaZero untuk catur dan shogi. Bahkan algoritma yang ditemukan dari riset game ini kemudian berkontribusi pada penemuan ilmiah seperti AlphaFold untuk prediksi struktur protein. Menariknya, CEO DeepMind Demis Hassabis dan banyak anggota tim juga mantan developer game—jadi mereka paham betul potensi medium ini.

Moufarek menjelaskan bahwa game menyediakan lingkungan yang aman, terkontrol, dan bisa diulang untuk melatih agen AI tanpa risiko di dunia nyata. “Game adalah inti dari program riset kami menuju AGI,” tegasnya. Bagi kita para gamer, ini berarti bahwa game yang kita nikmati bukan cuma hiburan, tapi juga laboratorium paling efisien untuk melatih otak buatan masa depan.

Kalau lo penasaran dengan detail teknisnya, bisa baca selengkapnya di sini. Jangan lupa juga cek berita Japanese Gaming lainnya di portal kita untuk update konten seru seputar gaming dan teknologi.
Gimana menurut lo? Apakah game benar-benar bisa jadi jalan menuju AGI? Drop komentar di bawah dan ajak teman-teman lo buat diskusi bareng!