
Seorang saint yang dikhianati dan dikorbankan mati, lalu bangun lagi sebagai balita di Jepang modern. Itulah premis manga Suterare Seijo no Shiawase Esa-zuke Seikatsu, adaptasi novel karya Manami Tsuruko dengan ilustrasi Mochida Kou. Volume pertama tankōbon-nya dirilis 17 Juni 2026, dan langsung membuat pembaca manga isekai kuliner jatuh cinta.
Cerita berpusat pada Arshia, saint yang dimanfaatkan dan dikorbankan. Namun ia bereinkarnasi sebagai anak kecil di Jepang modern, ditemukan mahasiswa Zenichi. Zenichi merawatnya dengan hidangan sederhana — zosui dan tsukimi udon — yang membuat sang saint menangis haru. Kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan.
Zosui dan Tsukimi Udon: Simbol Kehangatan di Dunia Baru
Adegan makan di manga ini istimewa karena konteks. Bagi Arshia, makanan dulu hanya kebutuhan, bukan kenikmatan. Maka zosui hangat buatan Zenichi — sederhana tapi penuh perhatian — membuatnya menangis. Detail ini membedakan Suterare Seijo dari isekai lain yang fokus pada aksi atau harem; kehangatan sup menjadi simbol transformasi emosional.

Zenichi bukan pemuda biasa; ia lahir di desa dengan adat ketinggalan zaman dan masa lalu rumit yang perlahan terkuak. Hubungan mereka lebih dari sekadar “orang asing yang baik hati”. Komik ini menyuguhkan comfort food dengan lapisan drama.
Volume perdana ini dilengkapi episode ekstra hasil gambar baru. Kolektor bisa mendapatkan bonus spesial di toko seperti Animate, Melonbooks, Gamers, WonderGOO, dan COMIC ZIN.

Bagi penggemar cerita reinkarnasi dengan kehidupan sederhana dan hubungan tulus, Suterare Seijo no Shiawase Esa-zuke Seikatsu wajib masuk reading list. Seperti dilaporkan Natalie, manga ini naik daun di kalangan pembaca. Untuk update berita Japanese Manga lainnya, pantau Popshck!
Sudah baca volume pertamanya? Yuk diskusi di kolom komentar!