
Siapa yang tak kenal Captain Tsubasa? Manga legendaris yang mulai diserialisasikan pada 1981 ini telah menjadi lebih dari sekadar cerita olahraga. Mimpi besar sang protagonis, Tsubasa Ozora, untuk membawa Jepang juara Piala Dunia ternyata bukan isapan jempol belaka. Kylian Mbappé, Zinedine Zidane, Neymar, hingga Andrés Iniesta secara terbuka mengaku terinspirasi oleh serial ini saat kecil. Menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, saatnya menengok kembali bagaimana anime ini menjembatani imajinasi dan realita.
Dari Halaman Manga ke Lapangan Hijau
Saat pertama kali anime Captain Tsubasa tayang di awal 1980-an, Jepang belum memiliki liga profesional dan mimpi tampil di Piala Dunia terasa mustahil. Namun, semangat Tsubasa menembus batas. Kini, fakta membuktikan: pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Jepang berhasil mengalahkan Jerman dan Spanyol. Belum lagi kemenangan bersejarah atas Brasil dalam laga persahabatan Oktober 2025 — pertama kalinya setelah 13 pertemuan tanpa kemenangan. Semua ini menunjukkan bahwa “sakura” benar-benar mekar, seperti yang digambarkan dalam serial.

Menariknya, di Piala Dunia 2026, Jepang akan berhadapan dengan Belanda di babak grup. Dalam cerita Captain Tsubasa, tepatnya di arc remaja dan Rising Sun, Jepang sukses mengalahkan Belanda dengan skor 1-0 dan 4-1. Apakah kehidupan akan meniru seni? Kita tunggu saja. Pengaruh serial ini bahkan diakui langsung oleh pemain top dunia, seperti yang diulas dalam artikel animeanime.jp.

Captain Tsubasa bukan sekadar tontonan nostalgia. Ia adalah bukti bahwa anime bisa menjadi motor perubahan dunia nyata. Dari Zidane yang meniru drive shot hingga Mbappé yang mengidolakan Tsubasa, warisannya tak lekang waktu. Buat kamu yang ingin tahu lebih banyak soal pengaruh anime Jepang di kancah global, cek juga berita Japanese Anime lainnya di portal kami.
Yuk, siap-siap nonton Piala Dunia 2026 sambil nostalgia dengan Captain Tsubasa! Siapa tahu mimpi Indonesia juga bisa terwujud seperti Jepang.