
Para penggemar anime aksi kekacauan, bersiaplah! Dalam wawancara spesial di Anime NYC 2025, kreator Rooster Fighter, Shu Sakuratani, bersama komposer seri Hiroshi Seko, membongkar proses kreatif di balik adaptasi anime dari manga populer mereka. Cerita bermula saat Sakuratani berdiskusi dengan editornya soal pahlawan tak biasa. Kucing dan anjing ditolak mentah-mentah karena terlalu mainstream. Kenangan masa kecilnya dengan seekor ayam jago peliharaan pun menjadi kunci lahirnya protagonis unik ini.
Sakuratani mengaku memberikan kepercayaan penuh kepada Seko dalam adaptasi anime. "Saya hanya memberikan beberapa permintaan kecil, sisanya saya serahkan pada Hiroshi-san," ujarnya. Fakta menarik: saat proyek anime diumumkan, manga Rooster Fighter baru ditulis setengah perjalanan. Seko pun dilibatkan untuk menyusun struktur paruh kedua hingga menuju pertarungan bos terakhir yang memuaskan dalam 12 episode. "Saya ingin setiap episode terasa berdampak, makanya saya jadikan pertarungan bos sebagai pusat narasi," tambah Seko.

Urusan desain monster juga penuh kejutan. Sakuratani terinspirasi dari sketsa komedian legendaris Hitoshi Matsumoto, terutama karakter 'lizard dude'. Hasilnya? Monster-monster bergaya absurd namun menggemaskan, seperti monster pegawai kantoran berkacamata dan berdasi. "Kami ingin penonton tertawa meskipun darah berceceran," jelas Sakuratani.
Tantangan terbesar bagi Seko adalah mengubah panel manga statis menjadi gerakan sinematik yang dinamis. "Kami harus menjaga esensi asli manga sambil memanfaatkan medium anime secara maksimal," tuturnya. Hasilnya? Rooster Fighter sukses menyajikan aksi brutal namun jenaka yang sulit dilupakan.

Buat yang penasaran dengan petualangan ayam jago paling garang ini, yuk langsung cek serialnya! Dijamin, nggak bakal nyesel ngikutin kegilaan si jago merah ini. Siap-siap terpingkal sekaligus terpukau!