
Setelah bertahun-tahun menjadi mechanical designer andalan waralaba Mobile Police Patlabor, Yutaka Izubuchi akhirnya duduk di kursi sutradara untuk film teatrikal terbaru, "Patlabor EZY". Apa yang membuat proyek ini spesial? Jawabannya sederhana: jiwa lama dalam bungkus baru.
Izubuchi mendefinisikan esensi Patlabor sebagai "kisah yang menggali kepribadian unik anggota Special Vehicles Division 2 (Tokusha Nika), termasuk mecha utama Ingram, serta keseharian mereka." Bukan hanya aksi robot raksasa, tapi interaksi antar karakter yang bikin seri ini abadi.
"EZY" sendiri adalah singkatan dari Exa, Zetta, Yotta — tiga unit data yang digunakan penulis skenario Kazunori Ito untuk menandai masa depan yang melampaui karya Patlabor sebelumnya. Format film ini pun unik: kumpulan episode pendek ala OVA Early Days yang awalnya direncanakan untuk TV, lalu dirilis teatrikal dengan model bisnis serupa Space Battleship Yamato 2199 — tayang di bioskop bersamaan dengan rilis Blu-ray untuk kolektor.

Menariknya, penggunaan AI sempat dipertimbangkan sebagai tema sentral, tetapi tim kreatif mengurungkan niat. Kenapa? Karena perkembangan AI di dunia nyata sudah jauh melampaui premis fiksi mereka — risiko terlihat usang terlalu besar. Keputusan cerdas yang menjaga relevansi cerita.
Lagu penutup Patlabor EZY dibawakan oleh Mariko Nagai, vokalis yang namanya sudah tak asing di telinga para pecinta anime klasik. Detail ini diungkap langsung Izubuchi dalam wawancara terbarunya.
Bagi penggemar setia yang ingin merasakan nostalgia secara langsung, kafe kolaborasi "Tokusha Nika Cafe" sudah dibuka di Stella Map Cafe Akihabara sejak Desember lalu. Tempat sempurna untuk menikmati atmosfer seri sambil menunggu perilisan film.

Siap-siap menyaksikan kebangkitan divisi paling ikonik di anime mecha! Patlabor EZY akan segera hadir — tandai kalendermu, sobat otaku sejati.